Diam, Berbahagialah!

Berdiamlah.
Hampa bukan apa-apa, air mata membawa pergi luka serta ingatannya.
Kedip meluruhkan sepi dan lara yang disimpannya dalam ruang yang disebut 'kenyamanan'
Harimu akan sama, fajar setengah lima pagi senja setengah tujuh malam. Disana terselip aku. Sisakan sedikit untuk kesendirianmu.
Kalau nanti kau ingat tetesan hujan yang membasahi lipatan kakiku, disana cita-cita tersimpan. Melangkah tanpa sisa keraguan.
Jika kau bangun dan merasakan langit begitu berbahagia, Tuhan menyertakan suka duka kita disana. Silaunya tidak lagi memaksamu terpejam-semilirnya bukan lagi membuatmu terkantuk.

Untukku, berbaiklah. Semesta adalah tempat segala tawa tersimpan. Tidak ada yang akan membiarkanmu tergesa-gesa mengusaikan bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Derita

Saya Tidak Perlu Judul Untuk Tulisan Ini

Kasih vs Kasihan