Kasih vs Kasihan
Untuk orang-orang yang mengasihiku, terima kasih sebelumnya. Mungkin aku tidak bertahan hingga kini jika tanpa engkau, kamu, kalian. Terima kasih sudah menjadikan aku kuat, kadang kala. Menjadikan aku hebat, sesekali. Untuk orang-orang yang mengasihiku, bukan aku tidak tahu balas budi, tidak ingin dikasihi lagi. Tapi apa kalian tau? kasih dan kasihan hanya dibatasi intensitas. Sudahlah, cukup mengasihani aku dengan judul mengasihi. Aku baik-baik saja. Ya. Aku butuh bantuan, tapi tidak dalam segala hal. Apa kalian tau? setengah mati aku meyakinkan diri agar merasa baik-baik saja di kala lemah, membesarkan hati agar paham bahwa aku masih jauh lebih dikaruniai berkah. Kemudian kalian datang, mengaku kasih namun kasihan, dan membuat aku kembali melemah seolah-seolah tanpamu aku entah. Aku tidak berjanji setelah ini akan selalu kuat. Jika nanti datang masanya aku lelah, kasihi aku dengan semangat, karena kasihanmu yang terlewat cuma bikin aku sekarat.