Ada yang Hilang dari Saya
Suatu ketika saya merasa ada yang hilang dari diri saya. Candaan-candaan yang dengan mudah membuat saya tertawa, perbincangan ringan yang membuat saya lega, pun suasana di mana apa yang saya ingin selalu ada. Semua telah dimakan usia, dipaksa menjadi dewasa. Mental saya yang belum terbentuk sempurna membuat semua terasa menyiksa. Berbagai hal menjelma semakin sulit ketika saya tahu tidak ada yang mampu mengatasinya selain diri saya sendiri. Harapan-harapan besar di otak merambat turun ke pundak saya. Pertanda usaha sudah harus dilakukan sebenar-benarnya. Ayah bunda semakin menua, sanak saudara beranjak remaja. Saya tidak bisa terus berleha-leha. Ujar logika. Saya merasa ada yang hilang dari diri saya. Belai-belai kasih kini diperoleh dari jauh. Sebagian bertahan bertanya kabar, memastikan saya masih tegar. Menelepon di ujung hari dengan nada lelah yang tidak pasti. Mengirim foto pertanda beliau masih di sini, menemani. Beberapa telah menghilang, baru saja saya sadari. Tidak lagi...