Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Nasi Lumpia

Warung nasi lumpia siang tadi menjadi sebab pikiranku kacau sampai sore ini. Kekacauan pertama berawal ketika warung ayam langganan kami belum buka. Seperti biasa, bingung sudah mau makan apa. Sampai akhirnya aku dapati tubuhku terduduk di tempat berdinding anyaman di samping jalan yang tidak pernah lengang.  Saat itu memang benar-benar tidak lengang, begitupun perasaanku. Melihat lalu lalang anak sekolah dasar berseragam ramai-ramai mengarah pada tujuan yang entah. Awalnya tidak apa, senyum kecil lahir di bibir   mengingat kecilku dulu. Pulang sekolah dijemput embak , membeli es lilin rasa permen karet yang tidak pernah habis ku minum. Sesampai di rumah tidak pernah bermain, tidak punya teman. Hehe Inti dari kekacauan yang kubuat adalah melihat seorang ayah bergandengan dengan putrinya, tangan kanan yang sedari tadi melingkar di pundak berpindah mengelus rambut si bocah. Sungguh aku benar-benar tidak ingin terlihat lemah. Aku biasa saja hingga ditanya “Kenapa si ...